Ini Bukan Masalah Intoleransi Apalagi Tindak Kejahatan

Saya adalah seorang guru. Sudah lebih 16 tahun saya mengajar, sampai saat ini. Yang saya didik adalah anak-anak usia SMP sampai SLTA. Usia pancaroba, peralihan dari kanak-kanak ke remaja menuju dewasa. Dan saat ini, bersama rekan para pendidik, kami mengelola lembaga pendidikan dengan hampir 2000 peserta didik, dari TK sampai sekolah tinggi. Tidaklah mudah pekerjaan menjadi seorang guru itu. Apalagi untuk generasi millenial saat ini. Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah membuat mereka memiliki karakter tersendiri. Guru harus mempersiapkan diri lebih maksimal lagi dalam mendidik dan menghadapi mereka. Sebagai seorang guru, saya harus menyiapkan bahan ajar. Mengevaluasi capaian pembelajaran, membuat soal ujian dan memeriksa hasilnya. Memberikan nilai dan mengulangi anak yang belum tuntas. Disamping itu, setiap kali hadir dan tampil di depan kelas, mesti ada nilai dan karakter yang harus saya tanamkan kepada mereka. Itu semua saya lakukan sampai saat ini, walaupun saya juga Wa...

Raja Sulaeman Adalah Ulama Minangkabau Pendiri Kota Manila

Mungkin banyak dari kamu semua yang belum tahu mengenai sejarah berdirinya kota Manila di negara Filipina. Ternyata nama kota Manila itu berasal bahasa Arab yakni ‘fi amanillah’ yang berarti ‘dibawah lindungan Allah’. Kala itu negara Filipina masih menganut pemerintahan Islam.

Berdasarkan sejarah, sebelum negara Filipina menjadi negara republik, ternyata dahulunya negara Filipina adalah sebuah kepulauan rumpun Melayu, yang pada zaman dahulu dijadikan tempat singgahnya para pedagang muslim dan ulama asal India, India Timur dan Gujarat. Konon pulau pertama yang disinggahi pertama kali adalah Kepulauan Sulu atau lebih dikenal Kesultanan Sulu.

Seperti diketahui, Kesultanan Sulu sangat kental dengan nuansa keturunan Suku Minangkabau, dahulu kala diyakini banyak dari orang-orang minang yang melakukan pola migrasi atau merantau ke Kesultanan Sulu (Kepulauan Sulu). Bukan hanya itu saja, para sejarahwan pun mengklaim, bahwa jejak-jejak pendiri cikal-bakal kota Manila atau Kesultanan Sulu pada zaman dahulu salah satu adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau.

Antropolog Mochtar Naim menyatakan bahwa seorang tokoh lain bernama Raja Sulaeman, yang diperkirakan berasal dari Minangkabau, telah menyiarkan Islam sampai ke Manila (1570) sebelum kedatangan kolonialis Spanyol di sana.

Dalam disertasinya, 'Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau'  tahun 1974, Mochtar Naim menemukan jejak rantau orang Minangkabau di Filipina. Mochtar Naim menyebutkan, pendiri Kota Manila adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau. Sedangkan kerajaan Sulu di Selatan Filipina didirikan Raja Baginda, juga dari Minangkabau.

Sebagai pendiri kota Manila yang telah berjuang menyebarkan Islam dan melawan bangsa penjajah Spanyol, warga Filipina membuatkan sebuah monumen atau patung Raja Sulaeman di Rizal Manila Park. Hal ini untuk mengenang jasa-jasa Raja Sulaeman serta menambah wawasan masyarakat Filipina mengenai sejarah berdirinnya kota Manila dan Filipina.

Anda Orang Minang Harus Tahu dan Banggalah....!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya Jadi Keturunan PKI Bukan Dosa