Postingan

Menampilkan postingan dengan label hukum adat

Ini Bukan Masalah Intoleransi Apalagi Tindak Kejahatan

Saya adalah seorang guru. Sudah lebih 16 tahun saya mengajar, sampai saat ini. Yang saya didik adalah anak-anak usia SMP sampai SLTA. Usia pancaroba, peralihan dari kanak-kanak ke remaja menuju dewasa. Dan saat ini, bersama rekan para pendidik, kami mengelola lembaga pendidikan dengan hampir 2000 peserta didik, dari TK sampai sekolah tinggi. Tidaklah mudah pekerjaan menjadi seorang guru itu. Apalagi untuk generasi millenial saat ini. Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah membuat mereka memiliki karakter tersendiri. Guru harus mempersiapkan diri lebih maksimal lagi dalam mendidik dan menghadapi mereka. Sebagai seorang guru, saya harus menyiapkan bahan ajar. Mengevaluasi capaian pembelajaran, membuat soal ujian dan memeriksa hasilnya. Memberikan nilai dan mengulangi anak yang belum tuntas. Disamping itu, setiap kali hadir dan tampil di depan kelas, mesti ada nilai dan karakter yang harus saya tanamkan kepada mereka. Itu semua saya lakukan sampai saat ini, walaupun saya juga Wa...

Cara Orang Minang Menghadapi Orang China

Kota Pariaman, Sumatera Barat sudah puluhan tahun tidak ada satu pun, orang China atau ChinKut (China Keturunan) yang diperbolehkan tinggal di Kota tersebut, kalau pun ada yang coba - coba masuk, pasti diusir bersama - bersama. sampai saat ini.. Di Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh mereka ada, tapi hanya beberapa Keluarga, dan rata - rata usaha jualan Kue, jualan sendal, loundri, tukang jam..wl mereka punya usaha, mereka tetap wajib mengikuti aturan masyarakat sekitar, tanpa kecuali. Di Kota Padang, walau banyak, tapi mereka tidak pernah diberikan keleluasaan karena pengusaha - pengusaha dan saudagar Minang sendiri lebih lawas dan pintar dari mereka. Di ranah minang Ketua Adat, menempatkan mrk sebagai " orang menumpang" dan mereka dilarang membeli tanah -tanah adat / kaum / sawah / ladang, khusus untuak luhak nan tuo(kab.Tanah Datar dkstrnya) mereka tidak boleh sejengkalpun memiliki tanah. Tahukah apa penyebab aturan itu??... ..Karena: Nenek moyang orang Minang, te...

Mengenal Hukum Adat Minangkabau

Undang-undang Nan 20 adalah undang-undang yang mengatur masalah pelanggaran dan kesalahan serta kejahatan terhadap ketentuan hidup bermasyarakat di Minangkabau yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Misalnya, pencurian, perampokan, pembunuhan dan sebagainya. Undang-undang Nan 20 ini secara garis besar terbagi atas 2 bahagian yaitu : a. Tunduah Nan Bakatunggangan b. Cemoh Nan Bakaadaan a. Tuduah Nan Bakatunggangan  Artinya, seseorang patut diduga telah melakukan suatu pelanggaran hukum, tetapi belum dapat ditahan atau dihukum karena belum ada bukti yang membenarkan. Tuduah nan bakatunggangan ini terdiri dari 12 macam, (tigo kali ampek) disebut juga dengan undang-undang nan 12 yaitu : Anggang lalu atah jatuah Pulang pagi babasa- basa Bajalan bagageh-gageh Kacondongan mato rang banyak Dibaok ribuik dibaok angin Dibaok pikek dibaok langau Bajua bamurah-murah Batimbang jawab ditanyoi Tasindorong jajak manurun Tatukiak jajak mandaki Lah bauriah bak sipasan Lah bajajak bak bakiak b. Cemo...

Inilah Sejarah Adat Minangkabau

Takalo asa mulonyo tasabuik rajo nan baduo saibu balain ayah Indojati namo mandehnyo, nan tuo banamo Paduko Basa kudian bagala Datuak Katumangguangan anak Rajo Mauliwarman Dewa, adiaknyo banamo Ketek Sutan Balun anak dek Cati Bilang Pandai bagala Datuak Parpatiah Nansabatang. Adopun Datuak Katumangguangan anak nan tongga dek ayahnyo, sedangkan Parpatiah Nansabatang urang baranam badunsanak kanduang saibu jo sa ayah. Tasabuik Datuak nan baduo takato indak sasifat balain pi'ia jo pembawaan. satantang Datuak Katumangguangan urangnyo maha tak ta ago kok murah indak tabali gantiang putuih biang katabuak ditangan baliau tapaciknyo, baliau Parpatiah Nan sabatang urangnyo bijak candokio pandai manarah manilantang cati marapek dalam aia bijak maurai manyalasai, manabang indak marabahkan mahampang tak sampai kamuaro kato mufakat mambatasi. Walau nan kakak kareh Otokrasi si adiak lunak Demokrasi, tapi jikok ditiliak didalami sairiang batuka jalan saiyo balain sabuik sabiduak indak sadayuang. ...

Ukua jo Jangko Di dalam Adat Minangkabau

Menurut adat Minangkabau ada beberapa ketentuan yang menjadi ukuran dan hinggaan yang harus diamalkan oleh setiap orang, untuk mencapai tujuan secara baik di dalam kehidupan bergaul. Ketentuan tersebut dinamakan "ukua jangko" yang terdiri delapan macam.   a . Nak Luruih Rantangan Tali   Supayo jan manyimpang kiri jo kanan Luruih manantang barih adat Mangarek tantangan ukua   Artinya : Selalulah di dalam kehidupan ini berlaku lurus dan benar, dan jangan menyimpang dari ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat (adat, syarak, undang-undang).   b. Nak tinggi naiakkan budi   Mancari jalan kabanaran Supayo jan kalangkahan Tagak jan tasundak Malenggang tidak tapampeh batutua dengan lunak lambuik Lunak bak santan jo tanguli Suatu karajo nan lalu salasai sajo.   Artinya : Selalulah bergaul dengan baik sesama manusia, yang tua dihormati, yang kecil dikasihi, sama besar bersaudara, dan berkatalah dengan lemah lembut, dan bergaullah dengan sopan hormat menghormati. ...

Memahami Sistem Kekerabatan Minangkabau

Sebelumya kami sampaikan beberapa istilah dalam hubungan kekerabatan di Minangkabau: Mamak : saudara laki-laki ibu Kamanakan :  anak saudara perempuan dari seorang laki-laki Sumando : hubungan seorang laki-laki dengan suami saudara perempuannya Pasumandan : hubungan urang sumando dengan keluarga istrinya yang laki-laki Minantu : suami/istri dari anak Mintuo : orang tua dari suami/istri Induak bako : ibu dari bapak, ibu dari para bako (saudara perempuan bapak) Anak pisang : anak saudara laki-laki dari seorang perempuan Ada dua bentuk kekerabatan di Minangkabau: 1. Kekerabatan dalam suku, terjadi karena sistem matrilineal yang dianut orang Minangkabau. Contoh : ibu – anak, mamak – kamanakan, dsb. 2. Kekerabatan luar suku , terjadi karena adanya perkawinan. Contoh : sumando – pasumandan, minantu – mintuo, induak bako – anak pisang, dsb. Masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal, yakni kekerabatan yang menarik garis keturunan menurut garis ibu. Jadi suku seseorang...

Peran dan Fungsi Urang Sumando

Laki-laki Minang sebagai Rang Sumando (menantu) dalam budaya Minangkabau dibedakan dalam 4 golongan, yaitu: - Rang Sumando Kacang Miang,  - Rang Sumando Lapiak Buruak,  - Rang Sumando Langau Hijau, dan  - Rang Sumando Niniak Mamak. Istilah ini diberikan kepada masing-masing sifat yang ada pada diri laki-laki itu - Rang Sumando Kacang Miang,  Memiliki sifat yang suka iri hati dan dengki. Perilaku dan kebiasaannya suka menghasut dan menfitnah. Istilah yang populer sekarang yaitu Provokator. Dikatakan “kacang minang", karena sesuatu yang ditebarkannya membuat pihak lain mengalami gangguan.   Ulah dan perilakunya ialah, bahwa Dia tidak suka kalau ada orang lain melebihi kondisi rumah tangganya. Ia sering menciptakan persaingan antara para Rang Sumando dalam satu kaum itu.  Yang sangat membahayakan tatkala sifatnya yang demikian itu menimbulkan keresahan didalam kehidupan berkeluarga dan berkaum.   Pada masa dahulu, kehidupan pasangan rumah tangga demi...

Benarkah Orang Minang Keturunan Yahudi?

Asal-usul minangkabau menurut Tambo Alam Minangkabau Tiga anak dari Raja Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung) dari Makadunia (Macedonia) yaitu Maharajo Alif, Maharajo Depang dan Maharajo Dirajo berlayar bersama, dan saat dalam perjalanan mereka bertengkar sehingga mahkota kerajaan jatuh ke dalam laut. Maharajo Dirajo yang membawa Cati Bilang Pandai –seorang pandai emas- berhasil membuat satu serupa dengan mahkota yang hilang itu. Mahkota itu lalu ia serahkan kepada abang-abangnya, tetapi mereka mengembalikannya kepada Maharajo Dirajo karena ia dianggap yang paling berhak menerima, karena telah berhasil menemukannya. Mereka adik beradik lalu berpisah. Maharajo Alif meneruskan perjalanan ke Barat dan menjadi Raja di Bizantium, sedang Maharajo Depang ke Timur lalu menjadi menjadi Raja di China dan Jepang (Jepun), manakala Maharajo Dirajo ke Selatan sedang perahunya terkandas di puncak Gunung Merapi saat Banjir Nabi Nuh melanda. Begitu banjir surut, dari puncak gunung Merapi yang diyakini...

Antara Adat dan Hukum Adat di Minangkabau

Pengertian adat minangkabau sering dicampuradukan dengan pengertian hukum adat  Minangkabau. Keberadaan hukum adat, khususnya hukum adat Minangkau, sangat penting dan diakui, tetapi dalam perkembangannya ada kecenderungan pemahaman terhadap hukum adat kian “menipis” di masyarakat. Bahkan dalam masyarakat dimana hukum adat itu hidup dan berkembang.  Kondisi yang sama tidak terkecuali di alami adat dan hukum adat Minangkabau. Adanya banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa hal itu terjadi dan bahkan tidak jarang masyarakat tidak lagi bisa membedakan antara adat dan hukum adat. Terhadap adat itu sendiri banyak pengertian yang dikemukakan para ahli.  Satu antaranya bahwa adat adalah tingkah laku yang oleh dan dalam suatu masyarakat ( sudah , sedang, akan ) diadatkan.  Sementara itu adat dipandang juga sebagai kebiasaan normatif yang dipertahankan oleh masyarakat, walaupun tidak terus terulang, pada saat-saat tertentu akan berulang dan harus dilaksanakan, apabila tidak...

Postingan populer dari blog ini

Contoh Pidato Minangkabau (I)

Minangkabau Sudah Lama Melakukan Sertifikasi Ulama

Serba Serbi PKI di Ranah Minangkabau