Postingan

Menampilkan postingan dengan label niniak mamak

Ini Bukan Masalah Intoleransi Apalagi Tindak Kejahatan

Saya adalah seorang guru. Sudah lebih 16 tahun saya mengajar, sampai saat ini. Yang saya didik adalah anak-anak usia SMP sampai SLTA. Usia pancaroba, peralihan dari kanak-kanak ke remaja menuju dewasa. Dan saat ini, bersama rekan para pendidik, kami mengelola lembaga pendidikan dengan hampir 2000 peserta didik, dari TK sampai sekolah tinggi. Tidaklah mudah pekerjaan menjadi seorang guru itu. Apalagi untuk generasi millenial saat ini. Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah membuat mereka memiliki karakter tersendiri. Guru harus mempersiapkan diri lebih maksimal lagi dalam mendidik dan menghadapi mereka. Sebagai seorang guru, saya harus menyiapkan bahan ajar. Mengevaluasi capaian pembelajaran, membuat soal ujian dan memeriksa hasilnya. Memberikan nilai dan mengulangi anak yang belum tuntas. Disamping itu, setiap kali hadir dan tampil di depan kelas, mesti ada nilai dan karakter yang harus saya tanamkan kepada mereka. Itu semua saya lakukan sampai saat ini, walaupun saya juga Wa...

Peran dan Fungsi Niniak Mamak nan Gadang Basa- Batuah

 Niniak mamak nan gadang basa-batuah, Alim Ulama Tuangku nan kiramat ,  sarato Bundo Kanduang nan arih bijaksano, Kok mudo indak diimbaukan namo ,  kok gadang indak disabuikkan tuah , jo salam sajo ambo muliakan . Assalamualaikum w.w. Duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang , baitu pitaruah niniak kito. Molah kita taruihkan ” mambangkik batang tarandam ”  , mangaji-ngaji ajaran Adat ,  Mudah-mudahan baguno untuak anak kamanakan kito nan mudo-mudo, isuak .  Amien…… Indak ado gadiang nan tak ratak , manusia basipaik khilaf , kok sasek ambo bakato, kok lupo ambo dalam alua jo patuik , tolong bilai dima nan senteng , tolong tukuak dima nan kurang. Dalam ba gotong royong “mambangkik batang tarandam”, marilah kito karajokan pulo apo nan dapek dikarajokan sacaro baketek-ketek  atau kok nak bagadang alah dikarajoan dek  urang gadang-gadang. Nan paralu diawak kini dalam rangka “mambangkik batang nan tarandam”  sahari-hari , misaln...

Mengenal Hukum Adat Minangkabau

Undang-undang Nan 20 adalah undang-undang yang mengatur masalah pelanggaran dan kesalahan serta kejahatan terhadap ketentuan hidup bermasyarakat di Minangkabau yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Misalnya, pencurian, perampokan, pembunuhan dan sebagainya. Undang-undang Nan 20 ini secara garis besar terbagi atas 2 bahagian yaitu : a. Tunduah Nan Bakatunggangan b. Cemoh Nan Bakaadaan a. Tuduah Nan Bakatunggangan  Artinya, seseorang patut diduga telah melakukan suatu pelanggaran hukum, tetapi belum dapat ditahan atau dihukum karena belum ada bukti yang membenarkan. Tuduah nan bakatunggangan ini terdiri dari 12 macam, (tigo kali ampek) disebut juga dengan undang-undang nan 12 yaitu : Anggang lalu atah jatuah Pulang pagi babasa- basa Bajalan bagageh-gageh Kacondongan mato rang banyak Dibaok ribuik dibaok angin Dibaok pikek dibaok langau Bajua bamurah-murah Batimbang jawab ditanyoi Tasindorong jajak manurun Tatukiak jajak mandaki Lah bauriah bak sipasan Lah bajajak bak bakiak b. Cemo...

Memahami Sistem Kekerabatan Minangkabau

Sebelumya kami sampaikan beberapa istilah dalam hubungan kekerabatan di Minangkabau: Mamak : saudara laki-laki ibu Kamanakan :  anak saudara perempuan dari seorang laki-laki Sumando : hubungan seorang laki-laki dengan suami saudara perempuannya Pasumandan : hubungan urang sumando dengan keluarga istrinya yang laki-laki Minantu : suami/istri dari anak Mintuo : orang tua dari suami/istri Induak bako : ibu dari bapak, ibu dari para bako (saudara perempuan bapak) Anak pisang : anak saudara laki-laki dari seorang perempuan Ada dua bentuk kekerabatan di Minangkabau: 1. Kekerabatan dalam suku, terjadi karena sistem matrilineal yang dianut orang Minangkabau. Contoh : ibu – anak, mamak – kamanakan, dsb. 2. Kekerabatan luar suku , terjadi karena adanya perkawinan. Contoh : sumando – pasumandan, minantu – mintuo, induak bako – anak pisang, dsb. Masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal, yakni kekerabatan yang menarik garis keturunan menurut garis ibu. Jadi suku seseorang...

Peran dan Fungsi Urang Sumando

Laki-laki Minang sebagai Rang Sumando (menantu) dalam budaya Minangkabau dibedakan dalam 4 golongan, yaitu: - Rang Sumando Kacang Miang,  - Rang Sumando Lapiak Buruak,  - Rang Sumando Langau Hijau, dan  - Rang Sumando Niniak Mamak. Istilah ini diberikan kepada masing-masing sifat yang ada pada diri laki-laki itu - Rang Sumando Kacang Miang,  Memiliki sifat yang suka iri hati dan dengki. Perilaku dan kebiasaannya suka menghasut dan menfitnah. Istilah yang populer sekarang yaitu Provokator. Dikatakan “kacang minang", karena sesuatu yang ditebarkannya membuat pihak lain mengalami gangguan.   Ulah dan perilakunya ialah, bahwa Dia tidak suka kalau ada orang lain melebihi kondisi rumah tangganya. Ia sering menciptakan persaingan antara para Rang Sumando dalam satu kaum itu.  Yang sangat membahayakan tatkala sifatnya yang demikian itu menimbulkan keresahan didalam kehidupan berkeluarga dan berkaum.   Pada masa dahulu, kehidupan pasangan rumah tangga demi...

Minangkabau Sudah Lama Melakukan Sertifikasi Ulama

Ada yang Bertanya Mengenai Sertifikasi Ulama , Sebagai Orang Minang, Saya Tidak Lah Heran Tentang Sertifikasi Ulama, Karna Sejak Islam Masuk Ke Ranah Minang, Orang Minang Telah Memberi Sertifikasi Ulama Tapi Bukan Dengan Selembar Surat Atau Kertas Tetapi Dengan Perbuatan, Lisan, Tingkah Laku Yang ia Tunjuk kan Sendiri Dalam Kehidupan Sehari - Hari Di Tengah Masyarakat , Maka Masyarakat Mampu Melihat, Merasakan Sendiri Apa yang ia Katakan  Sesuai Dengan apa yang ia Lakukan Maka Di Sebut lah Ia ORANG ALIM  Atau Dengan Sebutan ORANG SIAK.. Maka Tersemat Lah Gelar ALIM ULAMA , Arti nya ALIM DULU BARU MENJADI ULAMA. Maka nya Di minang Tidak Ada ULAMA , Tetapi ALIM ULAMA.. ALIM berarti , Berilmu, Bijaksana ,Panutan Pemberi Contoh yang baik.. Sedang kan ULAMA Berarti  adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupun masalah sehari-hari yang diperlukan, baik dari sisi keagamaan maupun ...

Mengapa Orang Minang Suka Merantau?

Merantau dan pulang kampung me­rupakan tradisi yang sudah melekat erat dalam ke­hi­dupan ma­syarakat Suma­tera Barat (Mi­nang). Merantau dan pulang kampung seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Seperti kata pepatah: “Karatau madang di hulu bangungo babuah balun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun.” Tradisi merantau seperti sudah menjadi patron dalam siklus kehidupan masyarakat Minangkabau. Pada tahap awal, lelaki Minang umumnya diberi pendidikan dasar formal (setara dengan tingkat sekolah dasar sampai S1), tak lupa ditambahkan pen­didikan non formal berupa pengetahuan agama dan bekal ilmu bela diri (pandai silek jo mangaji). Seiring dengan usai  mendapat bekal dasar tersebut, pemuda Minang tadi biasanya sudah mulai beranjak dewasa. Maka saatnya ia menyem­purnakan “ilmunya”, sekaligus menjalani proses pematangan diri tahap selanjutnya, yaitu dengan “merantau.” Pada masa merantau inilah seorang lelaki Minang diuji ketang­guhannya. Apakah ia akan muncul menjadi p...

Sampai Di Ma Minang Kito ?

Mengaku Urang Minang , Menuduh orang lain Bukan Minang, Sampai Di maaa Minang Kito ? Dek Karano Garis Keturunan, Basuku, Ba Kaum, Ba Rumah Gadang ? Atau Dek Lahia Atau Tingga Di Minang ? Atau lahia Di Minang, Ayah Ibu Minang,Basuku, Ba Kaum, Taat Agamo, Paham Jo Adat, Paham Filosofi Adat,Ta Baok Ka Sifat, Kurenah, Lisan Dan Perbauran Sehari Hari ? Anak Minang Itu Model Mancaliak Rumah Gadang Sanak , 👉. Bapaga Ruyuang Nan ndak lapuak , Ndak Lakang, Ndak mudah Tacabuik ( Paga Badan Diri nyo Alquran Dab Hadist ) 👉. Bahalaman Laweh, Ndak Baduri Basamak ( Ba Alam Lapang , Ba pahaman luas  ) 👉. Barangkiang Si Tanggang Lapa Dan Si Tinjau Lauik Tatanam Di Halaman ( Memiliki Kepedulian ka Kaum Dan Urang Lain ) 👉. Babaluik Ukiran Nan Indah Sabalik Badan  ( Adab, akhlak, Budi Pekerti, Sopan Santun ) 👉. Ba Janjang Naiak Ba Tanggo Turun ( Tau Kato Madata, Mandaki, Ma nurun Jo malereng ) 👉. Ba Tunggak Tuo Luruih Model Alif ( Islam , Sahadat Dan Tauhid ) 👉 .Ruangan Dalam nyo ndak Do K...

Postingan populer dari blog ini

Contoh Pidato Minangkabau (I)

Minangkabau Sudah Lama Melakukan Sertifikasi Ulama

Serba Serbi PKI di Ranah Minangkabau