Ini Bukan Masalah Intoleransi Apalagi Tindak Kejahatan

Saya adalah seorang guru. Sudah lebih 16 tahun saya mengajar, sampai saat ini. Yang saya didik adalah anak-anak usia SMP sampai SLTA. Usia pancaroba, peralihan dari kanak-kanak ke remaja menuju dewasa. Dan saat ini, bersama rekan para pendidik, kami mengelola lembaga pendidikan dengan hampir 2000 peserta didik, dari TK sampai sekolah tinggi. Tidaklah mudah pekerjaan menjadi seorang guru itu. Apalagi untuk generasi millenial saat ini. Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah membuat mereka memiliki karakter tersendiri. Guru harus mempersiapkan diri lebih maksimal lagi dalam mendidik dan menghadapi mereka. Sebagai seorang guru, saya harus menyiapkan bahan ajar. Mengevaluasi capaian pembelajaran, membuat soal ujian dan memeriksa hasilnya. Memberikan nilai dan mengulangi anak yang belum tuntas. Disamping itu, setiap kali hadir dan tampil di depan kelas, mesti ada nilai dan karakter yang harus saya tanamkan kepada mereka. Itu semua saya lakukan sampai saat ini, walaupun saya juga Wa...

Surat Terbuka Untuk Ibu Puan Maharani

 Assalamualaikum Wr Wb

KEPADA IBU KETUA DPR YANG JUGA KETUA DPP PDIP, PUAN MAHARANI:

Buk Puan.. Ibuk mungkin semakin yakin bahwa Ibuk tidak bersalah pasca Bareskrim menolak laporan kami terkait ucapan Ibuk bahwa kami Masy Minang belum mendukung negara Pancasila.

Ibuk sepertinya tidak berniat meminta maaf.. Tapi Buk, Ibuk insyaAllah sudah kami maafkan... Sebab kami ingin belajar dari keteladanan seorang Buya Hamka.. Kami ingin meniru dan mencontoh apa yang Buya Hamka telah ajarkan.

Buk Puan, kami masy Minang yang belakangan dituding intoleran dan radikal, kami tidak mendendam sebab kami tidak diajarkan untuk menjadi pendendam TAPI belajar dari sejarah adalah keharusan. Catat dan bedakan itu!

Ada keteladanan mulia yang telah buya Hamka tinggalkan untuk kita semua. Ibuk tentu tau, Buya Hamka lah yg mengimami sholat jenazah Bung Karno, kakek kandung Buk Puan, walaupun Beliau Buya Hamka pernah dipenjarakan oleh Bung Karno sendiri, bahkan tanpa melalui proses sidang dan bukti yang jelas.

Buk Puan, perlu Ibuk dan kelompok Ibuk ketahui alasan kalian gagal meraih simpati kami, murni karena sepakterjang kalian bersama pdip yang menurut kami memang masih jauh dari kata BAIK. Itu yang membuat kalian gagal meraih kepercayaan kami, masyarakat Minang. 

Kenapa kami nilai belum baik, rasanya tak perlu berpanjang - panjang kami uraikan dalam tulisan ini. Akantetapi, kami berhak punya pendapat dan penilaian bukan?

Harap Ibuk Puan catat dan camkan itu..

Wassalamualaikum Wr Wb

Annisaa Soraya

Padang Pariaman, Sumatera Barat 06 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya Jadi Keturunan PKI Bukan Dosa